Di Riau, total luas lahan terbakar sejak Januari hingga 2 Juli 2026 tercatat mencapai 15.231,44 hektar. Pemerintah Provinsi Riau masih menetapkan status siaga darurat hingga 30 November 2026. Pada laporan terbaru, tidak terdapat penambahan luas lahan terbakar.
Sementara, di Sumatra Selatan, total luas lahan terbakar sejak Januari hingga akhir Juni 2026 mencapai 305,39 hektar.
“BNPB bersama pemerintah daerah terus lakukan penanganan, termasuk pelaksanaan operasi water bombing pada Jumat (3/7) berhasil jangkau area terbakar seluas sekitar sembilan hektar,” katanya.
Selain penanganan kejadian sedang berlangsung, BNPB terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau tahun 2026 yang diprakirakan dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia.
Berbagai upaya mitigasi telah dilakukan BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, antara lain melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, pemasangan jaringan pipanisasi, pendistribusian bantuan air bersih, serta penguatan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering.

