Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki menggunakan transportasi umum. Karena menjadi bagian dari sistem integrasi antarmoda yang menghubungkan kawasan Flyover Latumenten dengan layanan Transjakarta, JakLingko, dan Commuter Line.
Dengan konsep itu, perpindahan moda transportasi diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien.
“Kehadiran fasilitas integrasi itu diharapkan tak hanya memperlancar arus kendaraan, tapi juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi. Adanya skywalk terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tak perlu lagi menyeberang di tengah padat arus lalu lintas,” tandasnya.
Sementara, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pembangunan Flyover Latumenten menggunakan anggaran sebesar Rp 259 miliar.
Dia katakan, progres pembangunan telah mencapai 55,2 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.

