“Tentu menurut saya ini juga merupakan suatu prestasi yang harus diapresiasi mengingat di tahun lalu itu masih ada 33 titik blank spot dan 124 titik sinyal yang masih lemah dan sekarang sudah menjadi zero,” kata Politisi Fraksi PAN ini.
Meski demikian, Legislator Dapil Jabar IX tersebut menekankan bahwa pembangunan infrastruktur digital perlu diukur tidak hanya dari tersedianya jaringan internet, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dikatakan bahwa ada sekitar 5,3 juta populasi di NTB dan saya coba untuk cari tahu lebih lanjut dan ternyata masih ada 11 persen yaitu sekitar 600 ribu jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mengingat salah satu fokus BAKTI ini kan pemerataan akses untuk menekan angka kemiskinan, nah oleh karena itu yang ingin saya tanyakan ini apakah kita bisa melihat secara riil dampak aktivitas ini terhadap penurunan kemiskinan di NTB?,” ungkapnya.
Ia juga mempertanyakan sejauh mana dukungan BAKTI terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya melalui pelatihan pemanfaatan teknologi digital bagi masyarakat desa.
