”Pertama kali di sini kampung ini kumuh. Sebelum ada Pertamina, limbah semuanya biasanya dibuang di selokan. Kami kemudian dibuatkan tempat seperti ini, yakni Anaerobic Biofilter. Kampung kami sekarang jadi semakin dikenal. Ada edukasi, wisata, bahkan anak-anak akademi sering datang ke sini untuk belajar,” urai Solikha.
Rangkaian MWT yang dilakukan Iriawan di Jawa Timur merupakan bagian dari upaya Pertamina memastikan seluruh unit bisnis, layanan publik, dan program pemberdayaan masyarakat berjalan optimal, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. (bam)

