“Kita tahu banyak lembaga lain, komunitas, institusi, termasuk BUMN dan BUMD yang memiliki program penurunan stunting. Karena itu kami meminta Biro Kesejahteraan Sosial mengoordinasikan seluruh program tersebut agar dana yang disalurkan benar-benar terarah,” katanya.
Subki berharap koordinasi yang baik akan membuat program penanganan stunting berjalan lebih efektif dan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan di Jakarta.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan program kesehatan dasar, mulai dari pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan secara berkala, hingga penambahan dukungan tenaga kesehatan di lapangan.
Menurutnya, keberadaan petugas kesehatan, termasuk Pasukan Putih, perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.
“Kami ingin ada peningkatan penanganan dan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Dengan dukungan anggaran yang memadai dan kolaborasi semua pihak, kami optimistis angka stunting di Jakarta dapat terus ditekan,” tandasnya.(Sofian)

