Legislator Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, keberhasilan proses adaptasi sejak awal akan memudahkan sekolah menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal.
Ia menambahkan, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga komite sekolah.
Menurutnya, hari pertama sekolah menjadi momentum yang tepat untuk membangun kesepahaman antara sekolah dan orang tua terkait proses pembelajaran, perlindungan peserta didik, serta upaya menjaga kesehatan fisik dan mental anak selama menempuh pendidikan.
“Ini adalah awal bagi lembaga pendidikan untuk membangun kesepakatan antara sekolah, tenaga pendidik, dan orang tua. Anak-anak harus merasa nyaman dan terlindungi, baik kesehatannya maupun secara kejiwaannya,” katanya.
Purnamasidi menilai kesepahaman tersebut menjadi langkah awal dalam meminimalkan potensi terjadinya kekerasan maupun bullying di lingkungan sekolah.
