Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, IHSG dan Rupiah Tertekan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, IHSG dan Rupiah Tertekan
EkonomiHeadline

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, IHSG dan Rupiah Tertekan

Bambang
Bambang Published 26 Jul 2026, 10:41
Share
5 Min Read
ilustrasi dollar dan rupiah. shutterstock e1653018648523
SHARE

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai lonjakan harga minyak dipicu meningkatnya premi risiko global akibat ketegangan geopolitik. Menurutnya, selama gangguan pasokan minyak tidak berlangsung lama, tekanan terhadap IHSG dan rupiah masih bersifat sementara.

Namun, Yusuf mengingatkan Indonesia tetap harus waspada karena masih berstatus sebagai net importir minyak. Kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan sekaligus meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam APBN.
Menurutnya, tambahan penerimaan negara dari sektor migas belum mampu menutup lonjakan biaya impor karena produksi minyak domestik masih terbatas.

“Meski demikian, saya tidak melihat situasi ini sebagai krisis fiskal. Indonesia masih memiliki bantalan kebijakan,” ujarnya kepada Redaksi, Jumat (24/7/2026).

Yusuf menilai tantangan terbesar pemerintah saat ini adalah menjaga kredibilitas kebijakan dan mengelola ekspektasi pasar. Tekanan likuiditas akibat arus modal keluar serta menurunnya aset asing bersih perlu diantisipasi agar tidak memicu volatilitas yang lebih besar di pasar keuangan.

Previous Page12345Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: IHSG dan Rupiah, Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Tertekan
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article optimize 12 Pembentukan Kodam Baru di NTT Diperlukan Mengingat Wilayah Kepulauan Miliki Rentang Kendali Luas
Next Article IMG 20260726 WA0030 Dua Pelaku Curanmor yang Tembak Warga di Matraman Sudah Ditangkap, Polisi Amankan Senjata Api Rakitan

TERPOPULER

TERPOPULER
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong
HeadlineOlahraga

Piala Presiden 2026: Persija Vs Persebaya, Shin Tae-yong Mainkan Kwon Chang-hoon dan Kyohei Yoshino

Politik
Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB, Ketua Harian DPP Partai Ini Soroti Rekonsiliasi Politik Indonesia Raya
26 Jul 2026, 10:14
HeadlineHukum
Penanganan Kasus Febrie Eks Jampidsus, Pakar Hukum: Hitam di Atas Putih MoU KPK Ambil Alih
25 Jul 2026, 21:30
HeadlineOlahraga
SEA V Cup Leg 2: Timnas Putra Indonesia Gagal ke Final, Usai Dikalahkan Vietnam di Semifinal
26 Jul 2026, 09:21
BNIEkonomi
Hari Mangrove Sedunia Jadi Momentum BNI Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Ekonomi Pesisir
26 Jul 2026, 10:25
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?