Ia mengatakan, keberadaan FT Tanjung Gerem sangat strategis karena berada di lintasan ALKI I dengan kapasitas timbun menembus lebih dari 130.000 kiloliter. Modernisasi infrastruktur juga terus ditunjukkan lewat penerapan New Gantry System (NGS) serta keandalan dermaga yang mampu disandari kapal berkapasitas hingga 43.000 DWT.
Kendati memiliki keunggulan fasilitas dan posisi emas, Iriawan mengingatkan agar seluruh perwira tidak terlena. Menurutnya, kapasitas besar dan teknologi canggih tidak ada artinya tanpa kehati-hatian serta integritas dari sumber daya manusia yang mengoperasikannya sehari-hari.
Terkait aspek operasional dan keselamatan kerja (HSSE), ia menekankan pentingnya disiplin penuh terhadap prosedur pencegahan tumpahan minyak (oil spill) di kawasan pesisir Cilegon. Ia meminta simulasi tanggap darurat tidak sekadar menjadi formalitas laporan di atas kertas, tetapi benar-benar dijiwai sebagai refleks dasar operasional para pekerja.
Iriawan secara tegas juga menyuarakan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran dan penyimpangan tata kelola (Good Corporate Governance). Pengawasan ketat pada proses penerimaan hingga penyaluran BBM (loss control) diminta ditingkatkan demi menjaga kepercayaan publik dan marwah perusahaan dari hulu ke hilir.
