Di samping itu, perhatian khusus diberikan pada dampak sosial keberadaan armada mobil tangki di jalan raya Cilegon. Iriawan meminta manajemen mengatur traffic management secara presisi agar tidak memicu kemacetan kota pada jam sibuk, seraya mengimbau para pengemudi mobil tangki untuk selalu mengedepankan kesantunan dan keselamatan berkendara.
Sebagai langkah pengembangan bisnis jangka panjang, jajaran direksi dan manajemen lapangan didorong untuk merespons peluang komersialisasi bunkering kapal (MFO Low Sulphur) di Selat Sunda secara agresif. Penguatan teknologi berbasis data analitis real-time dan pengawasan IoT pada armada distribusi juga disiapkan guna menekan angka susut BBM secara optimal.
Di akhir arahannya, Iriawan menyampaikan apresiasi atas kepedulian FT Tanjung Gerem terhadap lingkungan melalui konservasi terumbu karang dan pemberdayaan nelayan lokal. Ia memompa semangat para perwira agar terus memberikan pengabdian terbaiknya untuk kelangsungan energi tanah air secara harmonis bersama masyarakat.
