Nanik juga menegaskan komitmennya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya murni ditujukan untuk perbaikan gizi anak, bukan kepentingan politik seperti yang dituduhkan sejumlah pihak.
“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos,” katanya.
Nanik mengklaim telah melakukan sejumlah langkah pembenahan di tubuh BGN. Ia menyebut telah merombak lima pejabat eselon I yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.
Selain itu, ia juga membentuk 11 tim yang bertugas menjalankan reformasi internal, mulai dari mengevaluasi sasaran penerima manfaat Program MBG, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (far)
