Untuk meningkatkan peluang lolos, Kemnaker mengingatkan perusahaan agar memastikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) telah diperbarui dan lengkap, mulai dari profil perusahaan, jumlah pegawai, hingga data operator dan mentor.
Selain itu, perusahaan diminta menyediakan lowongan magang yang relevan dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Kemnaker menegaskan bahwa lowongan yang hanya bersifat pekerjaan operator atau tidak mendukung pengembangan kompetensi peserta tidak akan lolos proses verifikasi.
Perusahaan juga diwajibkan menyusun kurikulum magang yang jelas dan sesuai dengan posisi yang ditawarkan agar proses penilaian dapat berjalan lebih efektif.
“Kurikulum yang jelas dan sesuai dengan posisi magang akan mempermudah proses verifikasi,” tutur Darmawansyah.
Pendaftaran peserta Magang Nasional Angkatan II Batch 1 dijadwalkan berlangsung hingga 28 Juli 2026. Setelah itu, proses seleksi akan dilakukan pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026, pengumuman peserta pada 7 Agustus 2026, dan pelaksanaan magang dimulai 10 Agustus 2026. Program ini merupakan bagian dari target Kemnaker untuk memperluas kesempatan magang bagi puluhan ribu lulusan baru sepanjang 2026. (Vinolla)
