“(Korban) ngalang-ngalangin itu motor malingnya. Pas sudah dihalangi, langsung bunyi, ‘Dor’ tembakan tuh. Saya langsung bilang, ‘Lah, ditembak, ditembak!'” ungkap Evi kepada wartawan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), Minggu.
Evi katakan, korban mengalami luka tembak di bagian paha hingga mengeluarkan banyak darah. Korban juga sempat terkapar di lokasi.
“Tadinya nggak jatuh tuh, pas saya teriak, berdarah itu, darah, darah, darah! Langsung, jatuh tuh orang (tidak mati), (korban) langsung dibawa ke puskesmas dulu tapi nggak diterima, dibawa ke rumah sakit,” ujar Evi.
Menurut Evi, pelaku menembakkan senjatanya saat mengendarai sepeda motor dengan kecepatan setelah kemudian melarikan diri ke arah Jalan Matraman Raya.
“Pakai masker dua pelakunya. Orang-orang juga lihat, cuma enggak berani karena dengar tembakan. Saya saja langsung lari, takut,” ucapnya.
Setelah kejadian itu, sejumlah anggota kepolisian mendatangi indekos tersebut dan ke lokasi tukang ojek itu terkapar untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
