Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, mengatakan daya saing ekspor tekstil Indonesia saat ini ditopang oleh produk finished fabric yang porsinya mencapai sekitar 74 persen dari total ekspor TPT nasional. Menurutnya, keberlanjutan kinerja ekspor tidak hanya ditentukan oleh produsen garmen, tetapi juga oleh kekuatan seluruh rantai pasok industri.
“Buyer global kini tidak hanya mempertimbangkan harga yang kompetitif, tetapi juga kualitas produk, ketepatan pengiriman, traceability, kepatuhan terhadap standar internasional, hingga penggunaan material yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan rantai pasok menjadi kunci untuk menjaga daya saing ekspor Indonesia,” ujar Anton.
Indonesia Eximbank Institute memperkirakan ekspor tekstil nasional tetap tumbuh solid hingga tahun 2027 seiring prospek pertumbuhan global yang membaik dari ketidakpastian global dan proyeksi penurunan suku bunga global di masa mendatang, maka diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat global yang lebih tinggi seperti produk pakaian.
