Ekspor tekstil nasional diperkirakan tumbuh sekitar 2%-3,2% pada tahun 2026 dengan melihat realisasi pertumbuhan ekspor saat ini di level 1,3%, sementara pada tahun 2027 diperkirakan tumbuh hingga 3,5%-4,0%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan
terhadap produk tekstil berkelanjutan, terutama di segmen pasar premium.
Menurut Anton, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menangkap peluang tersebut, terutama dari sisi biaya tenaga kerja yang kompetitif serta struktur industri yang telah terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tantangannya kini adalah meningkatkan produktivitas, mempercepat modernisasi industri, dan memenuhi standar keberlanjutan yang semakin menjadi persyaratan utama di pasar ekspor.
Untuk mendukung transformasi tersebut, LPEI menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan trade finance yang disesuaikan dengan kebutuhan eksportir. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan pra-pengapalan (pre-shipment) dan pascapengapalan (post-shipment), Trade Credit Insurance (TCI) untuk melindungi risiko gagal bayar dari pembeli luar negeri, serta Marine Cargo Insurance guna memberikan perlindungan selama proses pengiriman barang.
