Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi tersebut menjadi tiga orang.
Sebelumnya, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana yang sempat dinyatakan hilang ditemukan meninggal pada Sabtu (4/7) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.
Insiden ini berawal dari operasi penindakan narkoba yang digelar sejak Rabu malam (1/7) hingga Kamis dini hari (2/7). Operasi dilakukan berdasarkan informasi masyarakat soal peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, dengan target seorang residivis narkotika berinisial BIO.
Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam dua tim. Target berhasil diamankan, namun situasi berubah ketika orang-orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang.
“Massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan,” ucap Eko.
Dalam kondisi terdesak, sejumlah anggota polisi berupaya menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan sambil menunggu bantuan datang. Peristiwa itu berujung pada gugurnya tiga anggota Polri dalam operasi pemberantasan narkoba tersebut. (far)

