Bentrokan bermula ketika dua pemuda menggeber-geber motor di depan pedagang nasi uduk dekat Masjid Jami Matraman, Minggu (26/7) sekitar pukul 10.00 WIB.
Setelah ditegur, keduanya pergi lalu kembali bersama sekitar lima rekan, merusak gerobak pedagang dan menganiaya warga.
Warga sekitar melawan, bentrokan meluas ke Jalan Tambak, disertai aksi lempar batu yang membakar bangunan dan kendaraan.
Kasus ini ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat lewat joint investigation. Budi menyebut penyidik masih mendalami kemungkinan pelaku lain. Ia meminta masyarakat memberi ruang agar proses hukum berjalan profesional.
“Kami minta beri ruang kepada teman-teman penyidik agar perkara ini dapat ditangani secara profesional,” ungkapnya. (far)
