“Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Enggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo saja enggak. Saya datang ke pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kompetisi dalam demokrasi merupakan hal yang sehat, layaknya pertandingan olahraga yang selalu menghasilkan pemenang dan pihak yang kalah. Karena itu, masyarakat diminta menghormati hasil kompetisi politik tanpa melakukan tindakan yang merusak ketertiban.
“Bersaing itu baik, pertandingan itu baik. Seperti sepak bola, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Masa kalau kalah wasitnya mau digebukin? Persaingan itu biasa. Enggak ada masalah,” pungkas Prabowo. (bam)

