Menurut Agustina, digitalisasi menjadi salah satu masukan penting yang diterima BGN dalam proses evaluasi program. Dengan sistem yang lebih modern, pengelolaan MBG diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, dan mampu meminimalkan potensi kendala di lapangan.
Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat maksimal bagi jutaan anak Indonesia dan kelompok penerima lainnya.
Di samping itu, BGN juga berencana memperkuat sistem pertanggungjawaban pengelolaan program melalui transformasi digital. Menurut Agustina, sistem yang saat ini masih bertumpu pada kepala SPPG perlu didukung dengan digitalisasi guna meningkatkan transparansi sekaligus mempermudah pengawasan anggaran MBG.
“Nah, sulit kalau kita pastikan tergantung ke orang. Tadi kami dapat masukan, kami mendengarkan arahan dari tempat lain ya, ada masalah transformasi digital, digitalisasi. Itu sesuatu yang baik, jadi kami pikir Oh itu nanti akan menjadi bagian dari perbaikan. Jadi poinnya itu saja ya arahan untuk hari ini,” ujarnya.(Vinolla)
