Selain itu, Jasa Marga mentransformasikan layanan pusat panggilan dengan mengubah nomor Call Center dari 14080 menjadi 133 yang memperoleh predikat Exceptional dan peringkat pertama dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2025.
Jasa Marga juga merejuvenasi rest area sehingga tidak hanya sebagai tempat singgah (transit area), tetapi menjadi destinasi (destination area) yang menghadirkan pengalaman perjalanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Rest area harus berkembang menjadi bagian dari ekosistem perjalanan yang memberikan pengalaman, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat di sepanjang koridor jalan tol,” ujar Rivan.
Seluruh transformasi tersebut turut ditopang oleh kinerja keuangan positif yang berhasil dibukukan Jasa Marga pada awal tahun 2026. Pada Kuartal I 2026, Jasa Marga mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4% dibandingkan dengan Kuartal I Tahun 2025. Capaian ini didukung penuh oleh kontribusi Pendapatan Tol senilai Rp4,7 triliun serta Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp397,6 miliar, yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 9,4% dan 24,4% dari periode sebelumnya. Di samping itu, EBITDA Perseroan tercatat kuat sebesar Rp3,4 triliun, meningkat 10,7% secara year-on-year dengan margin EBITDA yang terjaga ketat di level 66,1%.
