Berdasarkan data pada layanan Samsat Bapenda Jawa Barat, nomor polisi tersebut tercatat sebagai kendaraan Daihatsu berwarna silver metalik, bukan Toyota Alphard.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan pihaknya akan memanggil pemilik atau pengemudi Alphard serta Victor Harefa untuk dimintai klarifikasi. Setelah itu, keduanya akan dipertemukan dalam proses konfrontasi guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Kami akan melakukan klarifikasi kepada pemilik Alphard dan sekuriti yang terlibat cekcok. Setelah itu akan kami konfrontir di Subdit Gakkum,” ujar Ojo.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap dugaan pelanggaran lalu lintas, penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai, serta identitas KTA yang sempat diperlihatkan oleh sopir Alphard saat mediasi.(Vinolla)
