Selain itu, Subki juga mempertanyakan batalnya pembangunan puskesmas di Kelurahan Ancol yang sebelumnya telah direncanakan pemerintah.
Menurut informasi yang diterimanya, proyek tersebut tidak dapat dilanjutkan lantaran mendapat penolakan dari sebagian warga.
“Saya heran, pemerintah sudah menyiapkan anggaran dan perencanaannya sudah matang, tetapi tidak bisa dibangun hanya karena ada penolakan warga. Ini yang dibangun puskesmas, bukan pabrik atau tempat hiburan. Pemerintah harus hadir dan berani membela kepentingan masyarakat luas, jangan kalah oleh kepentingan segelintir orang,” tegasnya.
Subki juga menyoroti semakin terbatasnya lahan pemakaman di Jakarta. Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari praktik penumpukan maupun penggunaan kembali lahan makam karena keterbatasan ruang.
“Kesulitan masyarakat ketika akan memakamkan anggota keluarganya semakin terasa karena lahan pemakaman yang semakin terbatas. Pemerintah perlu menyiapkan lahan-lahan baru untuk memenuhi kebutuhan warga,” katanya.
