“Kondisi saat ini memerlukan kesabaran. Sabar itu tidak mengenal batas. Teruslah berupaya menjadi lebih baik,” jelasnya.
Syauqi menegaskan, pers merupakan salah satu pilar penting dalam demokrasi Indonesia. Untuk itu, media harus tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai sarana pendidikan, pencerahan, dan pemberi manfaat bagi masyarakat.
“Pers harus hadir untuk mendidik, memberikan edukasi, mencerahkan, memberi harapan, dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat,” ujar Syauqi.
Di sisi lain, Syauqi menyampaikan, saat ini lanskap media mengalami pergeseran yang sangat kontras dibandingkan dengan era terdahulu. Pada masa lalu, saluran informasi publik masih terbatas pada media konvensional seperti televisi, radio, dan surat kabar yang memiliki mekanisme penyaringan berlapis.
Sementara itu, munculnya media sosial saat ini memungkinkan setiap individu menjadi penyampai informasi. Namun, demokratisasi informasi ini juga membawa ekses negatif. Di mana, tidak sedikit pihak yang mengabaikan uji kompetensi serta Kode Etik Jurnalistik.
