Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia, atau lebih dari 15 juta barel per hari, melintasi Hormuz. Nilainya ditaksir mencapai USD1,2 miliar atau sekitar Rp21,72 triliun per hari.
Jika pungutan 20 persen benar-benar diberlakukan, AS berpotensi meraup sekitar USD250 juta atau Rp4,53 triliun setiap harinya.
Dampak konflik ini sudah terasa di pasar global. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 9 persen dalam sehari, sementara lalu lintas pelayaran di Hormuz anjlok sekitar 52 persen dibanding pekan sebelumnya. (far)
