Juru bicara manajemen mal Aeon mengatakan pelanggan dan karyawan dievakuasi setelah gempa awal dan penyebab ledakan masih belum jelas.
Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada wartawan bahwa Aeon Kumamoto melaporkan kebocoran gas, meskipun penyebabnya belum ditentukan.
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan militer mengerahkan 3.600 personel untuk operasi bantuan bencana dan mengirim 20 pesawat untuk menilai kerusakan dari udara.
Ratusan petugas tanggap darurat dari prefektur tetangga tiba di daerah yang terkena dampak pada Selasa malam.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan bahwa daerah-daerah dengan gempa terkuat akan tetap berisiko mengalami gempa kuat dan tanah longsor lebih lanjut selama sekitar satu minggu karena gempa dangkal tersebut memicu aktivitas seismik di daerah tersebut. (bam)
