“Daerah ini itu pusat pemerintahan Kerajaan Riau sejak tahun 1800. Jadi agak panjang nih, agak panjang, jadi pusat kebudayaan Melayu, ada Raja Ali Haji, dan sebagainya. Nah karena itu rasanya Kemendagri bersama-sama dengan [Kementerian] ATR/BPN, [Kementerian] Pariwisata, akan bersama-sama mendukung,” ungkapnya.
Di samping wisata sejarah, Bima juga mendorong Kepri mengembangkan sektor sport tourism yang saat ini terus berkembang. Menurutnya, Batam dan sejumlah daerah lain di Kepri memiliki potensi besar menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga bertaraf nasional maupun internasional yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak PAD.
“Saya yakin ya, ini kalau Batam, Kepri, ini sport tourism, ada triathlon, nanti ada bintang maraton. Ini akan luar biasa,” tandasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepri. ***

