“Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030,” ujar Wamenkes Dante.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta seluruh mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam pengendalian malaria. Menurutnya, kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan eliminasi malaria di Indonesia.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, melaporkan bahwa hingga Juli 2026 Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria. Di sisi lain, sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target kabupaten/kota tahun 2026 telah mencapai status eliminasi malaria.
“Capaian eliminasi terus menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria,” lapor Andi.
Menurut Andi, rangkaian Hari Malaria Sedunia 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya temu media, kampanye edukasi melalui media sosial, webinar bersama WHO, organisasi profesi, dan Komite Malaria Indonesia, serta pengembangan Massive Open Online Course (MOOC) pelatihan mikroskopis malaria untuk meningkatkan kapasitas tenaga laboratorium.
