Selain korban jiwa, sedikitnya 87 orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Kerusakan juga meluas ke permukiman dan fasilitas publik. Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella menyebut lebih dari 1.500 rumah mengalami kerusakan, sementara sejumlah bangunan lainnya dilaporkan hancur.
Belasan fasilitas kesehatan dan puluhan sekolah turut terdampak. Pejabat setempat bahkan masih menerima laporan mengenai warga yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi proses evakuasi dan penyaluran bantuan, terutama karena sejumlah wilayah terdampak memang sebelumnya menghadapi persoalan konflik bersenjata dan kemiskinan.
International Rescue Committee (IRC) menyatakan timnya telah memantau kondisi di sekitar pusat gempa di Choco. Kerusakan dilaporkan terjadi pada sejumlah infrastruktur penting, termasuk rumah sakit dan klinik.
“Tim kami di dekat pusat gempa di Choco melaporkan kerusakan pada infrastruktur, termasuk rumah sakit dan klinik,” kata Nicole Kast, Direktur Negara IRC untuk Kolombia, Venezuela, dan Ekuador.
