Lebih lanjut, Puteri mengingatkan agar optimalisasi PNBP dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga komoditas global. Baginya, momentum keberhasilan ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola penerimaan negara jangka panjang.
“Kita ingin penerimaan negara semakin kuat karena tata kelola yang membaik, kepatuhan pelaku usaha yang tinggi, pengawasan yang efektif, serta peningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Fokus kita bukan sekadar mengejar angka jangka pendek, melainkan membangun fondasi jangka panjang,” urainya.
Dirinya pun menambahkan, struktur penerimaan negara yang kuat dan transparan akan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global. “Jika penerimaan negara semakin kredibel, akuntabel, dan berkelanjutan, APBN akan jauh lebih resilien dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal. Dampaknya, daya tahan ekonomi nasional akan tetap terjaga,” pungkas Puteri. (Tim Redaksi)
