“Termasuk mengolah air limbah domestik untuk diolah kembali jadi sumber air flushing toilet. Bahkan dalam rangka climate resilience, Bogasari memiliki flood protection dengan menggunakan polder system,” papar Yoga.
Setelah serangkain paparan materi selama 1 jam lebih di Ruangan Auditorium Bogasari, rombongan dari IS2P diajak melihat langsung area pabrik Bogasari yang sudah menerapkan industri hijau, seperti fasilitas pengelolaan air laut atau SWRO (sea water reverse osmosis), panel kontrol PLTS (pembangkit listrik tenaga surya), lahan nursery atau pembibitan puluhan jenis tanaman termasuk mangrove, pengelolaan dermaga Bogasari yang sudah green port, dan ke pabrik pasta Bogasarui yang merupakan satu-satunya pabrik pasta di Indonesia saat ini.
Sebelumnya, Ketua IS2P, Satrio Dwi Prakoso, di awal kegiatan mengapresiasi keterbukaan dan kesiapan Indofood dan pabrik Bogasari dalam melayani antusiasme para peserta yang sangat tinggi.
“Apalagi waktu persiapan dan pendafataran terhitung singkat, dan langsung diburu oleh para praktisi dan pemerhati sustainibiity,” ujar Satrio.
