“Bapak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada kondisi yang darurat dan meminta seluruh jajaran untuk ikut berperan aktif dalam mencari solusi. Arahan Presiden itulah yang menjadi motivasi kami di TNI Angkatan Darat untuk ikut terlibat dalam upaya penanganan sampah. TNI Angkatan Darat siap mendukung seluruh program pemerintah tersebut,” ujar Kasad.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr (HC) Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempercepat implementasi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Di berbagai negara maju, persoalan sampah telah mampu diatasi melalui pengelolaan yang modern. Tantangan terbesar yang kita hadapi bukan pada teknologinya, melainkan pada banyaknya regulasi dan prosedur yang selama ini menghambat percepatan penyelesaiannya,” ungkap Menko Pangan.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi pirolisis direncanakan akan diterapkan sedikitnya di lima lokasi, yakni Jakarta, Bogor, Bekasi, Semarang, dan sejumlah daerah lainnya. Kawasan Bantargebang menjadi salah satu prioritas mengingat kapasitasnya sebagai tempat pemrosesan akhir sampah terbesar di Indonesia.
