Fahira pun memilih untuk tidak menyebutkan secara rinci nama ketiga rumah sakit di Indonesia yang sebelumnya memberikan diagnosis kepadanya. Kisah ini langsung menyita perhatian publik, di mana banyak pihak mempersoalkan perbedaan hasil pemeriksaan sekaligus menduga adanya kerja sama atau dukungan terselubung dari rumah sakit di Malaysia yang dikunjunginya.
Kasus ini pun disoroti oleh dr. Ayman Alatas yang cukup dikenal di media sosial. Melalui unggahannya di Threads, ia menyampaikan bahwa ketidakpuasan terhadap sistem pelayanan kesehatan memang bisa terjadi di mana saja, termasuk di negara maju sekalipun. Namun ia mengingatkan agar penyampaian pendapat tetap berpegang pada kebenaran.
“Jika memang benar terjadi kesalahan diagnosis, maka penyampaiannya pun harus tetap bijak. Namun jika narasi yang disampaikan ternyata tidak sesuai fakta demi kepentingan tertentu, hal itu bisa menjadi perbuatan yang menimbulkan fitnah,” ujar dr. Ayman Alatas.
Ia menegaskan bahwa kritik dan saran memang layak disampaikan untuk dievaluasi, namun tidak boleh dibangun di atas hal-hal yang belum tentu benar. “Jadi, bijaklah dalam menyampaikan pendapat,” pungkasnya.
