Kendalanya, kata dia, medan yang terjal menyulitkan tim pemadam manual untuk menjangkau titik api. Sementara angin yang kencang membuat api cepat meluas.
Sementara operasi pemadaman dari udara melalui tiga helikopter water bombing sempat menghentikan operasinya pada siang hari, karena terkendala cuaca berkabut.
“Cuaca yang kurang mendukung, Berkabut dan Kepulan asap yang cukup tebal mempengaruhi visibilitas unit helikopter dalam operasi water bombing,” kata dia.
Meski sempat terkendala cuaca, operasi water bombing pada Rabu (12/8) tetap berjalan menggunakan tiga unit helikopter dengan total capaian yang cukup signifikan.
“Total keseluruhan water bombing telah mencapai 29 Rit, atau 74.000 Liter,” ucapnya.
Kebakaran di kawasan Bromo ini bermula pada Senin (3/8), sekitar pukul 17.00 WIB. Menyusul meluasnya titik api, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo, sejak Sabtu (8/8) malam. (bam)
