Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kualitas Udara Jakarta Paling Buruk versi IQAir, Total Kerugian Nasional Capai US$8 Triliun
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Jakarta Raya > Kualitas Udara Jakarta Paling Buruk versi IQAir, Total Kerugian Nasional Capai US$8 Triliun
Jakarta Raya

Kualitas Udara Jakarta Paling Buruk versi IQAir, Total Kerugian Nasional Capai US$8 Triliun

Farih
Farih Published 15 Mar 2023, 16:30
Share
3 Min Read
715f0dee 634f 4b41 86d2 f266ab1b982b
Laporan IQAir menyebutkan kualitas udara Jakarta paling buruk. Foto: twitter @amos_pls
SHARE

IPOL.ID – Greenpeace Indonesia mengungkapkan kualitas udara Jakarta paling buruk berdasarkan laporan World Air Quality (IQAir) tahun 2022. Bahkan secara nasional, Indonesia menduduki peringkat pertama negara dengan polusi tertinggi se-Asia Tenggara.

“Merujuk laporan tersebut, tingkat konsentrasi PM 2.5 harian Indonesia mencapai 30.4 µgram/m3 dan 36.2 µgram/m3 untuk Jakarta. Selain Jakarta, kota besar dengan tingkat polusi tinggi yakni Surabaya (34.4 µgram/m3), Bandung (26.1 µgram/m3), dan Semarang (24.3 µgram/m3),” ujar Juru Kampanye Greenpeace Indonesia, Bondan Andriyanu dalam keterangan tertulis, Rabu (15/3/2023).

Menurutnya, Indonesia berada di posisi ke-26 dalam daftar negara paling berpolusi di seluruh dunia. Diakuinya, ada perbaikan kualitas udara dibanding tahun sebelumnya yakni 11 persen secara nasional dan 7 persen di lingkup Jakarta.

“Meskipun demikian, tingkat konsentrasi tersebut masih enam hingga tujuh kali lipat lebih tinggi dari standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO),” katanya.

Dengan kondisi kualitas udara yang buruk itu, ungkapnya, gugatan warga negara atas polusi udara juga masih menemui jalan buntu. Bahkan, Presiden RI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan malah mengajukan upaya kasasi setelah banding mereka ditolak Pengadilan Tinggi pada November 2022.

“Itu mengindikasikan arogansi dan sikap abai pemerintah terhadap hak rakyat atas udara bersih,” katanya.

Laporan IQAir itu, jelasnya menyebutkan polusi udara terus menjadi persoalan lingkungan terbesar yang berisiko terhadap kesehatan. Kelompok yang terus-menerus terekspos dengan udara buruk rentan mengalami gangguan kesehatan, mulai dari mengidap penyakit asma, kanker, paru-paru, jantung, hingga mengalami kematian.

Merujuk laporan yang sama, lanjutnya, kualitas udara yang buruk berkontribusi terhadap lebih dari enam juta kematian per tahun di seluruh dunia.

“Adapun total kerugian ekonominya mencapai US$8 triliun, melebihi 6,1 persen PDB global. Masyarakat yang tinggal di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia sangat rentan terhadap polusi udara,” tegasnya.

Dia mencontohkan kondisi di Jakarta. Dampak buruk kualitas udara itu sangat dirasakan oleh masyarakat Marunda, Jakarta Utara. Warga yang bermukim di rumah susun sewa (rusunawa) Marunda harus menghirup polusi debu batu bara selama tiga tahun terakhir.

“Selain dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara, polusi udara di Indonesia disebabkan sektor transportasi–khususnya kendaraan pribadi–dan kebakaran hutan serta lahan,” tegasnya. (Peri)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: iqair, kualitas udara jakarta
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article a547924e df3f 4cf9 ab40 4f469bf2636c Wuih, Pegadaian Raih Penghargaan LinkedIn Talent Award 2022 Lho!
Next Article 795c8bbe 4da8 4894 8803 232cbfd55dbb Korsleting TV, Rumah Ludes Terbakar di Cakung

TERPOPULER

TERPOPULER
Mlatiwangi, UMKM tas serat alam asal Kota Semarang yang berdiri sejak 2017 dan kini produknya telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia hingga pasar mancanegara. Foto: Dok BRI
Ekonomi

Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

Hukum
Tersangka Korupsi MBG Ajukan JC, Begini Respon Pengamat
13 Jun 2026, 14:43
Nasional
Proyek Mega Prison X Reformasi Hukum Pidana Nasional, Komisi XIII Minta Evaluasi
13 Jun 2026, 07:58
Hukum
Periksa Iskandar Sitorus, KPK Dalami Dugaan Obstruction Of Justice Dalam Perkara Korupsi di Ditjen Bea Cukai
13 Jun 2026, 10:40
Tekno/Science
PLN Terus Dukung Ekosistem Digital Nasional, Listriki Data Center Hingga 2×725 MVA untuk Digital Edge Indonesia
13 Jun 2026, 14:17
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?