IPOL.ID – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) meminta pengawasan intern oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) berorientasi hasil agar belanja negara, daerah, dan badan usaha menjadi produktif.
Jokowi menyampaikan, untuk mencapai Indonesia Emas 2045 bukan hal mudah di tengah situasi global dan ekonomi dunia yang tidak mendukung. Presiden ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/D) dan BUMN produktif serta memberi manfaat konkrit bagi masyarakat.
“Cari uangnya sangat sulit, baik itu lewat pajak, PNBP, royalti, dividen, tidak mudah,” tutur Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern (Rakornas Wasin) Tahun 2023, Kawal Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi di kantor BPKP, Rabu (14/6).
Jokowi juga mengingatkan para APIP agar belanja pemerintah betul-betul diawasi supaya tidak ada kebocoran.
“Saya ingin pastikan bahwa apa yang kita programkan itu sampai betul ke rakyat, sampai ke masyarakat. Karena kita memang lemah di sisi itu, jika tidak diawasi. Hati-hati. Jika tidak cek langsung. Jika tidak dilihat, dipelototi satu-satu. Hati hati kita lemah di situ. Dipelototi, kita turun ke bawah. Itu saja masih ada yang bablas. Apalagi tidak.”
