Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Marak Kasus Rabies, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Gaya hidup > Marak Kasus Rabies, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Gaya hidup

Marak Kasus Rabies, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Farih
Farih Published 20 Jun 2023, 20:14
Share
6 Min Read
anjing
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kesu01
SHARE

IPOL.ID – Kasus rabies sedang mencuat akhir-akhir ini. Bahkan, seorang anak perempuan di Buleleng, Bali, meninggal dunia usai positif rabies.

Rabies merupakan penyakit infeksi akut yang sangat serius dan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat manusia dan hewan.

Penyakit ini biasanya ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi virus rabies. Jika tidak cepat ditangani, rabies dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di beberapa negara sehingga memerlukan upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif untuk meminimalkan risiko penularan penyakit ini kepada manusia.

Dikutip dari laman World Health Organization (WHO), Rabies adalah penyakit virus yang dapat dicegah dengan vaksin di lebih dari 150 negara dan wilayah di dunia.

Rabies telah menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahun, terutama di Asia dan Afrika, 40% di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Di Indonesia, rabies atau yang dikenal dengan “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu masalah yang mengancam kesehatan masyarakat.

Virus rabies termasuk dalam kelompok virus RNA yang dikenal sebagai Lyssavirus dan umumnya menyebar melalui saliva hewan yang terinfeksi. Hewan yang paling umum terinfeksi dan menjadi sumber penularan rabies adalah anjing, kucing, rakun, rubah, dan kelelawar.

Setelah terinfeksi, virus rabies akan menyebar melalui sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang.

Meskipun demikian, penyakit ini dapat dicegah salah satunya dengan pemberian vaksinasi pada hewan peliharaan.

Gejala Rabies

Gejala awal infeksi rabies pada manusia biasanya mirip dengan flu, termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, dan ketidaknyamanan umum. Namun, seiring berkembangnya penyakit, gejalanya menjadi lebih serius, termasuk kecemasan, gangguan tidur, kesulitan menelan, kebingungan, agitasi, dan gangguan neurologis seperti kejang dan kelemahan otot. Gejala rabies pada manusia umumnya berkembang secara bertahap diawali dengan masa inkubasi dan setelah itu biasanya muncul dalam empat fase:

1. Fase prodromal (gejala awal)

Fase ini berlangsung selama beberapa hari dan mirip dengan gejala penyakit flu. Gejalanya termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan ketidaknyamanan umum. Selama fase ini, seseorang mungkin juga mengalami gejala seperti gatal-gatal di tempat gigitan, sensasi tidak nyaman atau kesemutan di area gigitan.

2. Fase Sensoris (rangsangan)

Fase ini ini akan menimbulkan nyeri, rasa panas disertai kesemutan pada luka gigitan, cemas dan reaksi yang berlebih terhadap rangsangan sensorik

3. Fase eksitasi (fase agitasi)

Fase ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga satu minggu. Pada fase ini, gejala neurologis mulai muncul dan seseorang mengalami perubahan perilaku yang mencolok. Gejala yang umum terjadi meliputi kecemasan, kebingungan, agitasi, halusinasi, kesulitan tidur, kejang, dan sensitivitas terhadap rangsangan cahaya, suara, atau sentuhan. Pada beberapa kasus, orang yang terinfeksi rabies dapat menjadi sangat agresif atau mengalami kecemasan yang tak terkendali.

4. Fase paralitik (fase paralisis)

Fase ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Gejalanya meliputi kelemahan otot yang progresif, paralisis, koma, dan akhirnya berujung pada kematian. Selama fase ini, pernapasan dan fungsi jantung juga dapat terpengaruh, yang berkontribusi pada tingkat kematian yang tinggi pada kasus rabies.

Perlu diperhatikan! Gejala rabies pada manusia tidak selalu mengikuti pola yang sama untuk setiap individu, dan ada variasi dalam tingkat keparahan dan durasi setiap fase. Jika seseorang dicurigai terinfeksi rabies atau telah terkena gigitan hewan yang dicurigai terinfeksi, penting untuk segera mencari perawatan medis darurat di fasilitas kesehatan terdekat, karena rabies adalah penyakit yang mematikan.

Cara mencegah penyakit rabies

Rabies harus dicegah karena sangat berbahaya bagi manusia dan hewan. Selain itu, rabies juga memberikan dampak biaya pengobatan yang mahal bagi penderitanya dan berdampak pada sosial-ekonomi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah rabies.

Berikan vaksin pada hewan peliharaan

Vaksinasi pada anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya adalah langkah penting dalam mencegah penyebaran rabies. Pastikan hewan peliharaan kita mendapatkan vaksinasi rabies secara teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh dokter hewan.

Waspadai gigitan hewan

Jika digigit oleh hewan, terutama hewan liar atau hewan yang tidak diketahui status vaksinasinya, segera bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir selama 10-15 menit. Kemudian segera cari perawatan medis untuk penilaian lebih lanjut dan tindakan pencegahan yang diperlukan.

Hindari kontak dengan hewan liar

Berhati-hatilah dalam berinteraksi dengan hewan liar, terutama yang berpotensi membawa virus rabies, seperti kelelawar, rubah, rakun, dan serigala. Jangan mencoba memegang atau menyentuh hewan liar tersebut, terutama jika mereka terlihat sakit atau berperilaku aneh.

Jauhi hewan yang mencurigakan

Bila melihat hewan yang mencurigakan atau bertindak agresif, jangan lakukan kontak langsung dengan hewan tersebut. Laporkan kepada otoritas setempat, seperti polisi atau petugas berwenang lainnya agar mereka dapat menangani situasi tersebut.

Hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat apabila terinfeksi

Apabila telah terpapar oleh hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, segera hubungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan nasihat dan pengobatan yang tepat. Tindakan pencegahan setelah paparan meliputi pembersihan luka, pemberian vaksin rabies, dan seringkali pemberian imunoglobulin rabies (RIG) sebagai perlindungan tambahan.

Sobat sehat, edukasi tentang rabies dan tindakan pencegahan kepada masyarakat sangat penting untuk membantu meningkatkan kesadaran dan melindungi masyarakat dari rabies. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi diri sendiri dan masyarakat dari penyakit ini. (far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: cegah rabies, gejalan rabies, rabies
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Anggota DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana. Foto: Sofian/ipol.id Nama Bakal Calon Gubernur DKI Mulai Berseliweran, Ini Versi PSI
Next Article c7f24d41 69ce 47a0 90ad 6b1c13acd713 Komitmen Nyata Lestarikan Lingkungan, PHR Serahkan Ekoriparian Patra Lancang Kuning dan Taman Kehati ke UNILAK

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260510 161217
Olahraga

Tutup Penataran Pelatih Anggar 2026, Ketua IKASI DKI Ghozi Zulazmi: Kami Harap Anggar dapat Populer di Sekolah-Sekolah

HeadlineOtomotif
Jorge Martin Rajai MotoGP Prancis, Marquez Kecelakaan
10 May 2026, 21:15
Gaya hidup
Hantavirus Jadi Sorotan, Dari Demam hingga Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Bahaya
11 May 2026, 09:00
Nusantara
Diduga Tipu Wisatawan hingga Rp85 Juta, Polisi Tahan Bos Travel ‘Labuan Bajo Top’
11 May 2026, 11:00
Jabodetabek
Senin 11 Mei 2026, Lokasi dan Jadwal Layanan SIM Keliling untuk Warga Bekasi
11 May 2026, 08:00
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?