IPOL.ID – Fenomena el nino membuat kemarau panjang yang mengakibatkan lahan ratusan petani menjadi kekeringan.
Dari unggahan akun Instagram @infobdgbaratcimahi, pada (14/8) terlihat Kemarau panjang yang merugikan petani
Ratusan petani di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah tak bisa lagi bercocok tanam padi.
Sawah yang selama ini ditanami padi, kini kondisinya mengering akibat tak mendapat pasokan air. Sawah yang mengalami kekeringan mencapai luasan sekitar 40 hektare.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, para petani beralih profesi menjadi pedagang, buruh, dan sebagian memanfaatkan dasar Waduk Saguling yang tidak terendam air untuk menanam palawija.
Petani terpaksa beralih lokasi tani ke bantaran Waduk Saguling dengan bercocok tanam palawija seperti mentimun, umbi-umbian, cabai, sosin, jagung, timun dan sayuran lainnya.
Salah seorang petani, Onang Hidayat (66) mengatakan, setiap musim kemarau sawah miliknya langganan Kekeringan. Untuk menyambung hidup memanfaatkan dasar Waduk Saguling yang mengering.
“Sekalipun dasar waduk mengering tapi tanahnya masih gembur jadi bisa ditanami. Untuk penyiraman juga lebih mudah, karena dekat dengan genangan air,” kata Onang.
Tanaman yang iya besarkan lebih tahan pada musim kemarau dan juga tak memerlukan banyak air.
Onang juga menjelaskan dirinya memilih tanaman yang tidak memerlukan waktu yang lama masa tanamnya dan harus yang cepat dipanen, karena kalau masa panennya panjang akan berisiko tergenang dan gagal.(Vinolla)
Kekeringan di Bandung Barat, Petani Manfaatkan Waduk Saguling untuk Lahan Pertanian
