Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Spesies Baru Anakonda Ditemukan di Hutan Amazon
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Spesies Baru Anakonda Ditemukan di Hutan Amazon
Headline

Spesies Baru Anakonda Ditemukan di Hutan Amazon

Farih
Farih Published 02 Mar 2024, 17:05
Share
3 Min Read
Screenshot 6
Seekor ular anakonda betina berusia 13 tahun bernama "Wilson" saat diiperiksa giginya di akuarium Boston, Mass., 27 April 2021. Foto: AP
SHARE

IPOL.ID – Sekelompok ilmuwan menemukan spesies baru anakonda raksasa dalam perjalanan ke hutan hujan atau hutan tropis Amazon. Mereka mengatakan spesies ular tersebut mungkin yang terbesar yang pernah ada di dunia.

Tim ilmuwan dari Universitas Queensland menemukan ular itu sewaktu membantu persiapan syuting serial baru dokumentasi perjalanan National Geographic, “Pole to Pole with Will Smith in Ecuador”.

Menurut rilis dari perguruan tinggi Australia itu, spesies baru anakonda tersebut ditemukan di wilayah Baihuaeri Waorani, Bameno, Ekuador, tepatnya di bentangan Hutan Amazon di negara Amerika Selatan itu. Tim ilmuwan sepakat menyebut anakonda hijau utara itu dengan nama latin Eunectes akayima.

Profesor Bryan Fry dari Universitas Queensland, yang memimpin ekspedisi ilmiah National Geographic, menyampaikan dalam rilisnya bahwa sekelompok pemburu asli Waorani mengundang timnya dalam ekspedisi yang mengarah pada temuan tersebut.

“Ular itu adalah ular yang sangat besar. Agak sulit untuk mengukur panjangnya, tapi pastinya lebih dari enam meter. Saya pikir untuk menyebutnya delapan meter mungkin sedikit berlebihan tapi ini jelas merupakan salah satu anakonda terbesar yang pernah terekam video,” jelasnya, dilansir VOA Indonesia, Sabtu (2/3)

Temuan Universitas Queensland ini sebetulnya bagian dari penelitian yang lebih luas yang dilakukan oleh Fry dan Profesor Belanda Freek J. Vonk mengenai dampak tumpahan minyak di Taman Nasional Yasuni, yang berada dalam kawasan Amazon di Ekuador. Dalam penelitian besar itu, mereka mengumpulkan berbagai spesies anakonda di sembilan negara di mana hutan Amazon terbentang.

Tadinya para ilmuwan meyakini bahwa hanya ada satu spesies anakonda hijau di alam liar saat ini, yaitu Eunectes murinus. Namun, temuan baru ini membuktikan bahwa ada anakonda hijau yang lain yang spesiesnya berbeda, yakni Eunectes akiyama. Kedua spesies itu sepintas mirip satu sama lain, namun sesungguhnya memiliki perbedaan genetik sebesar 5,5 persen.

“Kedua spesies tersebut berpisah satu sama lain hampir 10 juta tahun lalu, yang tentu saja merupakan periode waktu yang sangat lama bagi mereka. Namun yang paling menakjubkan adalah, meskipun ada perbedaan genetik, dan meskipun telah terpisah cukup lama, kedua hewan tersebut benar-benar identik,” imbuhnya.

Fry menjelaskan, populasi anakonda di Amazon menurun sehubungan perubahan pola curah hujan dalam beberapa bulan terakhir. Kekeringan yang melanda Amazon membuat hewan raksasa ini sulit bertahan hidup. Menurut Fry, semakin besar ukuran hewan, semakin besar kebutuhannya akan air. (VOA Indonesia/far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: anakonda, hutan amazon
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article PT Daikin Airconditioning Indonesia saat melakukan kunjungan ke Institut Teknologi Batam. Kegiatan ini dalam rangkaian program Daikin Goes To Campus. Foto: Ist Daikin Kunjungi Institut Teknologi Batam Kenalkan Industri Solusi Tata Udara
Next Article baco Zaki dan Ridwan Kamil Bersaing Ketat, Golkar DKI Solid Dukung Ketua DPD

TERPOPULER

TERPOPULER
Latihan bersama simulasi Joint Exercise Business Continuity Management System (BCMS) Tumpahan Minyak melibatkan 30 stakeholder, di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/5/2026). Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
Ekonomi

KSOP Tanjung Priok Inisiasi BCMS, Integrasikan 30 Stakeholder Hadapi Krisis Pelabuhan

Telkom
Laporan Keuangan Telkom Tahun Buku 2025: Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilience, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7 Persen
12 May 2026, 13:15
Nasional
BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta ke Ahli Waris PPSU di Momen Hari Buruh
12 May 2026, 11:30
Politik
Angka Nikah Siri di Pulau Seribu Tinggi, Legislator PKS Harap Orangtua Lindungi Anak Perempuan
12 May 2026, 13:45
Ekonomi
Dekatkan Layanan ke Warga, BPJS Ketenagakerjaan Plaza BPJamsostek Buka Booth di Tebet Eco Park Sepanjang Mei
12 May 2026, 08:25
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?