Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Orangtua Indriana Dapat Sate Misterius Diduga Dikirim Pelaku Pembunuhan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Kriminal > Orangtua Indriana Dapat Sate Misterius Diduga Dikirim Pelaku Pembunuhan
Kriminal

Orangtua Indriana Dapat Sate Misterius Diduga Dikirim Pelaku Pembunuhan

Farih
Farih Published 04 Mar 2024, 16:40
Share
3 Min Read
70283870 b271 48b8 8195 c2c88ebf03fd
Akses ke tempat tinggal korban pembunuhan Indriana Dewi Eka Saputridi Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (4/3/2024). Foto: Ist
SHARE

IPOL.ID – Dalam kasus pembunuhan berencana, keluarga Indriana Dewi Eka Saputri, 24, sempat mendapatkan paket misterius sebelum mendapatkan kabar duka pembunuhan dari Ditreskrimum Polda Jawa Barat.

Paket tersebut diterima pihak keluarga pada Senin (26/2) malam atau sebelum mendapatkan informasi kasus pembunuhan dari pihak Polda Jawa Barat pada Selasa (27/2).

Pada Senin malam orangtua korban, Mohamad Roi dan Endang Tatik mendapat kiriman makanan sate yang diantar ke unit kontrakan, RT 06/RW 14, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur.

Paket makanan diantar driver Ojol dikirim atas nama Indriana yang dibunuh kekasihnya, Didot Alfiansyah, pacar Didot, Devara Putri Prananda, dan pembunuh bayaran berinisial MR.

“Dikiriman makan, sate oleh seorang perempuan (driver Ojol). Itu sebelum polisi datang, karena polisi datang Selasa jam 07.00 WIB,” ungkap Ketua RT 06/RW 14, Eko Sudiyanto, Senin (4/3).

Beberapa saat paket makanan diterima, Ibu korban mendapat pesan WhatsApp yang dikirim menggunakan nomor handphone Indriana berisikan permintaan agar segera menyantap hidangan.

Diduga saat itu komplotan pelaku yang mengirimkan makanan dan pesan WhatsApp karena berdasar hasil penyidikan Polda Jawa Barat, Indriana dibunuh pada Selasa (20/2).

Meski dibunuh pada 20 Februari 2024, berdasar keterangan pihak keluarga sejak meninggalkan rumah dengan alasan berlibur ke puncak Bogor, Jawa Barat, Indriana masih merespon pesan WhatsApp orangtuanya.

Hanya saja pihak keluarga merasa janggal karena handphone Indriana kerap dalam keadaan non aktif, dan ketika ditelepon selalu tidak menjawab atau hanya merespon lewat chat WhatsApp.

“Pas kiriman sate ada pesan WhatsApp dari nomor almarhumah. Isinya ‘enak enggak bu? Coba dimakan’. Tapi karena waktu itu sudah malam satenya enggak dimakan,” kata Eko.

Namun sate itu tidak disantap kedua orangtua Indriana hingga Selasa (27/2) saat sejumlah anggota Ditreskrimum Polda Jawa Barat datang ke unit kontrakan menyampaikan kabar duka.

Personel Ditreskrimum Polda Jawa Barat menyampaikan temuan jenazah perempuan terbungkus selimut di Kota Banjar yang dari hasil pencocokan sidik jari teridentifikasi sebagai Indriana.

Saat proses dimintai keterangan awal di unit kontrakan itulah kedua orangtua Indriana menceritakan adanya kiriman paket makanan sate yang dikirim atas nama Indriana.

“Akhirnya sate itu dibawa sama polisi. Mungkin buat dicek, takutnya ada niat jahat juga. Apa ada racun atau bagaimana saya enggak tahu. Karena secara logika Indriana sudah meninggal,” ungkap Eko.

Pada Selasa (27/2) pula Mohamad Roi, Endang Tatik, dan kakak laki-laki Indriana diminta Polda Jawa Barat untuk datang memastikan jenazah Indriana yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjar.

Di RSUD Banjar, pihak keluarga membenarkan bahwa pakaian dikenakan korban merupakan pakaian yang sama saat Indriana meninggalkan rumah bersama pacarnya, Didot Alfiansyah.

“Sebelumnya almarhumah pamit izin ke Puncak. Orangtua tidak menyangka karena setiap dikirim (pesan) WhatsApp selalu membalas. Tapi curiganya karena ditelpon selalu di-reject,” tukas Eko. (Joesvicar Iqbal)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Indriana Dewi Eka Saputri, pembunuhan
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article d441b434 0da5 4c20 9cf4 a1e3753559c7 4 Penyuap Gubernur Malut Non Aktif Segera Diadili di PN Tipikor Ternate
Next Article 3fde4fe9 9871 40bb 8d4a 27ab8541628a Pemkot Tangsel Bergerak Kirimkan 22 Ambulans Tangani Korban Kecelakaan di Tol Cipali

TERPOPULER

TERPOPULER
olahraga drUMZ
Olahraga

Hasil Drawing ASEAN Club Championship Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Siap Menyala di Panggung Asia Tenggara

HeadlineOlahraga
Shin Tae Yong dan Patrick Kluivert Gelar Pertemuan di Korea Selatan, Gosipin Timnas Indonesia atau PSSI?
07 Jun 2026, 10:50
Nasional
Nuklir Jadi Pilar Transisi Energi Indonesia hingga 2060
07 Jun 2026, 11:25
Ekonomi
Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Dorong Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pengusaha UMKM hingga April 2026
07 Jun 2026, 10:20
Nasional
Wow, Idul adha 1447 H Catat Dua Juta Hewan Kurban di Masjid
07 Jun 2026, 12:00
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?