Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: HET Beras Medium Tembus Rp12.500, Pengusaha Warteg Pertimbangkan Naikkan Harga
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > HET Beras Medium Tembus Rp12.500, Pengusaha Warteg Pertimbangkan Naikkan Harga
Ekonomi

HET Beras Medium Tembus Rp12.500, Pengusaha Warteg Pertimbangkan Naikkan Harga

Farih
Farih Published 29 Apr 2024, 22:28
Share
2 Min Read
Snapinsta.app 295524004 3229392014055341 642134783432204232 n 1080
Ilustrasi warteg: Foto: Instagram @wkb.indonesia
SHARE

IPOL.ID – Para pedagang Warung Tegal (Warteg) mempertimbangkan untuk menaikkan harga menu usai pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan relaksasi harga eceran tertinggi beras jenis medium yang mulai berlaku sejak 24 April hingga 31 Mei 2024.

Untuk Zona 1 meliputi wilayah Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi kenaikan HET beras jenis medium terjadi Rp10.900 per kilogram ke Rp12.500.

Untuk Zona 2 meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan HET beras jenis medium naik dari Rp11.500 per kilogram menjadi Rp13.100.

Sedangkan pada Zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua, pemerintah menetapkan kenaikan HET beras medium terjadi dari Rp11.800 per kilogram menjadi Rp13.500 per kilogram.

Ketua Koperasi Warteg Nusantara, Mukroni menjelaskan, pertimbangan menaikkan harga ini menjadi pilihan terakhir bila kenaikan HET beras berdampak besar bagi usaha para pedagang.

Karena kenaikan HET beras medium dari Rp10.900 menjadi Rp12.500 per kilogram untuk wilayah zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi dikhawatirkan berdampak besar.

“Untuk menutupi biaya tambahan, Warteg mungkin perlu menaikkan harga hidangan mereka,” tutur Mukroni saat dikonfirmasi wartawan di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (29/4).

Pertimbangan menaikkan harga menu itu didasarkan karena beras merupakan bahan pokok yang setiap harinya disajikan pedagang Warteg kepada pelanggan.

Sehingga bila HET beras medium di pasaran naik maka para pedagang Warteg terpaksa harus merogoh kantong lebih dalam untuk menjajakan nasi, sekaligus mempertahankan usaha.

“Warteg harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli beras medium yang diperlukan untuk hidangan mereka. Ini bisa mengurangi profitabilitas (keuntungan),” jelasnya.

Mukroni menambahkan, kenaikan harga menu ini masih bersifat pertimbangan karena para pedagang Warteg berupaya mencari solusi alternatif untuk mempertahankan usaha mereka.

Menurutnya, pedagang Warteg tengah berupaya beralih ke jenis beras lebih murah dibandingkan medium, pun pada satu sisi berisiko mempengaruhi kualitas hidangan.

“Beberapa Warteg mungkin mempertimbangkan untuk beralih ke jenis beras yang lebih murah atau mencari sumber bahan baku lainnya. Namun ini bisa mempengaruhi kualitas,” tukasnya. (Joesvicar Iqbal)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: harga beras, warteg
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article PSSI Babak Pertama Indonesia Vs Uzbekistan Imbang 0-0
Next Article Gedung Merah Putih KPK RI. Foto: Dok ipol.id/Yudha Krastawan Periksa Vice President PT Taspen, KPK Usut Dugaan Penempatan dan Pengelolaan Dana Investasi Rp1 Trilliun

TERPOPULER

TERPOPULER
Ketum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait. Foto: Ist
Headline

Komnas Perlindungan Anak Kecam Keras Pernyataan Komnas Perempuan

HeadlineOlahraga
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik dan Oman pada FIFA Matchday Juni 2026
18 May 2026, 13:34
Jakarta Raya
Husen Minta Program Pilah Sampah Pemprov DKI Dibarengi Peran RT dan RW
18 May 2026, 17:49
Telkom
Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
18 May 2026, 11:32
Olahraga
Kejuaraan Asia U-17 & U-19 Modern Pentathlon 2026: Borong Emas Mixed Relay Kazakstan Juara Umum
18 May 2026, 12:24
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?