IPOL.ID – Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bagi penyandang disabilitas pendengaran (teman tuli), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini tengah mengembangkan sistem penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) berbasis analisis data video.
Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber BRIN, Edy Maryadi menjelaskan, riset ini berfokus pada mengatasi tantangan komunikasi yang kerap dihadapi oleh teman tuli dalam berinteraksi dengan masyarakat yang tidak memahami bahasa isyarat.
Edy menjelaskan, sistem ini dirancang untuk menerjemahkan gerakan bahasa isyarat menjadi teks atau audio, sehingga dapat memfasilitasi komunikasi antara teman tuli dan teman dengar.
“Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada penerjemah bahasa isyarat yang jumlahnya masih terbatas,” kata Edy dalam wawancara dengan tim Humas BRIN Kawasan Bandung, Rabu (23/10/1024).
Lebih lanjut ia menjelaskan, penelitian ini memanfaatkan teknologi komputer visi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memproses dan menginterpretasikan gerakan bahasa isyarat.

