Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Peneliti: Hoax di Facebook Lebih Banyak Daripada Berita
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Tekno/Science > Peneliti: Hoax di Facebook Lebih Banyak Daripada Berita
Tekno/Science

Peneliti: Hoax di Facebook Lebih Banyak Daripada Berita

Robi
Robi Published 05 Sep 2021, 11:56
Share
2 Min Read
logo facebook
Ilustrasi. Foto: Freepik
SHARE

IPOL.ID – Sebuah studi dari kampus di Amerika Serikat dan Prancis menunjukan misinformasi memiliki keterlibatan (engagement) lebih tinggi dibandingkan berita di platform Facebook.

Laporan dari Washington Post, via The Verge, menunjukkan interaksi pada konten misinformasi enam kali lebih tinggi daripada berita di Facebook.

Peneliti di New York University dan Universite Grenoble Alpes mengungkapkan studi tersebut mempelajari lebih dari 2.500 berita di Facebook Page periode Agustus 2020 hingga Januari 2021.

Peneliti menemukan laman yang lebih banyak mengunggah misinformasi lebih banyak mendapatkan “like”, komentar dan dibagikan. Keterlibatan semakin tinggi jika konten tersebut berbau politik.

Baca Juga

Rossa FotoInstagram
Isu Operasi Plastik Hoax, Rossa Siap Tempuh Jalur Hukum
BRIN Gelar 66 Penelitian Perkuat Riset Kebumian dan Maritim
Meta Tutup Messenger Web Mulai April 2026, Akses Pesan Dialihkan ke Facebook

Temuan mereka penerbit konten dari sayap kanan cenderung lebih mungkin membagikan informasi yang menyesatkan dibandingkan kubu politik lainnya.

Studi tersebut akan diterbitkan saat Internet Measurement Conference 2021 pada November nanti.

Menanggapi studi tersebut, juru bicara Facebook menyatakan laporan hanya melihat pada keterlibatan bukan “jangkauan”, istilah yang digunakan Facebook untuk menggambarkan berapa banyak orang yang melihat sebuah konten.

12Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: facebook, hoax, penelitian
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Leani Ratri Oktila Leani Ratri Raih Mendali Perak Tunggal Putri Paralimpiade Tokyo 2020
Next Article Fahri Hamzah Fahri Hamzah: Indonesia Biaya Politik Mahal, Rawan Korupsi

TERPOPULER

TERPOPULER
Jay Idzes
HeadlineOpini

Jay Idzes Cedera usai Sassuolo Hajar Raksasa AC Milan 2-0 di Serie A Liga Italia

Ekonomi
Dana Murah Tembus Rp1.000 triliun, Cost of Fund BRI Turun ke 2,3 Persen pada Triwulan I 2026
04 May 2026, 09:50
HeadlineNews
Viral! Akun Instagram Ahmad Dhani Hilang dari Jagat Maya
04 May 2026, 09:28
HeadlineJabodetabek
Polda Metro Jaya Bongkar Judi Online Bermodus Live Konten Dewasa di Apartemen, Bisa Raup Rp 5 Miliar Sebulan
04 May 2026, 08:30
HeadlineNews
Alasan Presiden Prabowo Subianto Panggil Ketua PPATK Ivan Yustiavandana di Hambalang
04 May 2026, 09:08
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?