IPOL.ID – Penutupan Jetstar Asia dapat mengakibatkan tarif yang lebih tinggi untuk penerbangan dari Singapura ke tujuan-tujuan populer di seluruh wilayah tersebut, kata analis kepada CNA.
Maskapai penerbangan murah yang berbasis di Singapura tersebut mengumumkan pada hari Rabu kemarin bahwa mereka akan menghentikan operasinya pada 31 Juli. Hal itu menyusul meningkatnya biaya pemasok, biaya bandara yang lebih tinggi, dan meningkatnya persaingan di antara maskapai berbiaya rendah.
“Secara umum, sedikit pengurangan kapasitas, ditambah dengan permintaan, dapat mendorong (tarif) naik,” kata Alfred Chua, editor transportasi udara Asia untuk publikasi penerbangan FlightGlobal.
“Saya perkirakan hal ini dapat terjadi pada rute-rute kota metropolitan (seperti) Bangkok, Kuala Lumpur, dan Jakarta, tempat mereka bersaing dengan maskapai berbiaya rendah lainnya.”
“Menurut saya, dalam waktu dekat, kemungkinan akan terjadi kenaikan harga karena sebagian penumpang yang seharusnya diterbangkan Jetstar Asia kini akan terbang dengan maskapai lain,” timpal Joshua Ng, Direktur di Alton Aviation Consultancy, mengutip CNA, Kamis (12/6/2025).
