IPOL.ID – Gedung Putih membantah laporan CNN yang menyebut serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran hanya berdampak sementara dalam memperlambat program pengembangan nuklir negara tersebut.
Laporan CNN yang mengutip penilaian awal intelijen AS itu disebut bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menyebut operasi militer tersebut sebagai “sangat sukses.”
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt mengecam laporan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi menyesatkan yang bocor dari kalangan intelijen.
“Yang disebut ‘penilaian’ (oleh CNN) itu salah besar dan sebenarnya tergolong ‘sangat rahasia’, tetapi tetap saja dibocorkan ke CNN oleh seorang pecundang tak dikenal dan orang rendahan dari kalangan intelijen,” tulisnya di platform X, Selasa (24/6).
Ia menuding kebocoran itu sebagai bagian dari upaya untuk menjatuhkan Trump dan merusak reputasi para pilot Angkatan Udara AS yang telah menjalankan misi militer tersebut.
“Berita CNN ini ditulis oleh ‘wartawan’ yang pertama kali menulis berita PALSU bahwa laptop Hunter Biden adalah disinformasi,” ucap Leavitt.
