IPOL.ID – Pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Jakarta membutuhkan pendampingan dan pelatihan. Upaya menuju kebangkitan perekonomian mayarakat di antaranya dengan memperkuat UMKM.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menekankan, akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sangat penting. Karena itu, butuh sistem jemput bola oleh pemerintah daerah maupun lembaga keuangan.
Hal itu disampaikan Wibi saat menghadiri Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (27/8/2025).
Menurut Wibi, UMKM di Jakarta memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lain. Sebagian besar bergerak di sektor perdagangan dengan perputaran uang cepat. Sehingga, kebijakan pembiayaan dan fasilitasi harus lebih agresif.
Ia juga mendorong agar layanan perbankan lebih dekat dengan aktivitas pelaku usaha. Apalagi, pola usaha di Jakarta berbeda. Di daerah luar Jakarta, cenderung berbasis produksi. Sedangkan di Jakarta, mayoritas pelaku usaha adalah pedagang.
