IPOL.ID – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan sejumlah strategi kebijakan fiskal yang berpihak kepada rakyat untuk mendukung capaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun 2025.
Strategi ini, yang merupakan bagian dari refleksi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran, berfokus pada efisiensi anggaran, percepatan belanja, dan stimulus likuiditas.
Wamenkeu Suahasil menjelaskan, sejak awal tahun 2025 Kementerian Keuangan telah melakukan penyisiran anggaran secara masif dan melakukan refocusing anggaran untuk memastikan belanja negara tepat sasaran.
“Program-program yang prioritas kita biayai. Program-program yang tidak penting kita stop,” kata Wamenkeu dalam keterangan resminya di laman Kemenkeu, mengutip Rabu (22/10/2025).
Anggaran yang berhasil diefisiensikan tersebut dialihkan untuk mendanai program prioritas baru di tahun 2025, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 6 Januari, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan sebagainya. Menjelang akhir tahun, percepatan belanja APBN sebesar Rp3.500 triliun juga terus didorong agar bisa berkontribusi langsung pada pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan penurunan kemiskinan.
