IPOL.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membenarkan adanya dana daerah sebesar Rp14,6 triliun yang saat ini mengendap di Bank Jakarta.
Pramono menjelaskan, dana tersebut disiapkan guna mengantisipasi pola pembayaran APBD DKI yang cenderung melonjak signifikan di akhir tahun.
“Bapak Menteri Keuangan, Pak Purbaya, beliau menyampaikan ada dana Rp14,6 triliun yang dimiliki oleh Pemda DKI yang ada di Bank Jakarta. Itu betul 1.000 persen, bukan 100 persen lagi, 1.000 persen. Tetapi memang Jakarta ini, pola pembayaran untuk APBD-nya biasanya terjadi pelonjakan di akhir tahun,” katanya, dikutip Kamis (23/10).
Ia lantas menyampaikan perbandingan, pelonjakan pembayaran di akhir tahun 2023 mencapai sekitar Rp16 triliun dan di 2024 mencapai Rp18 triliun.
Karena itu, dana yang kini mengendap akan digunakan untuk menutup kebutuhan pembayaran proyek-proyek di akhir November dan Desember 2025.
“Kenapa dana ini ada, pasti nanti dana ini akan kita gunakan untuk melakukan pembayaran-pembayaran yang seperti itu,” cetusnya.
