IPOL.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar memaparkan pentingnya penerapan kurikulum berbasis cinta dalam pendidikan madrasah. Ia menekankan bahwa madrasah tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk akhlak, karakter, dan kepekaan spiritual yang penuh kasih.
Hal itu Menag sampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah Aliyah (MA), dan Waka Kurikulum MA yang digelar di Surabaya, Jatim. Bimtek tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu serta Kakanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar.
Dalam paparannya, Menag menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta menempatkan madrasah sebagai bengkel spiritual, tempat peserta didik merasakan pendidikan yang menumbuhkan kasih sayang dan kehadiran nilai ketuhanan dalam setiap proses belajar.
“Yang diajarkan di madrasah adalah ilmu langit, bukan sekadar ilmu bumi. Doa dan penyucian jiwa adalah bagian pokok proses pendidikan,” ungkapnya, melansir Kamis 27 November 2025.
