Oleh Dr I Putu Santikayasa, S.Si., M.Sc.
Pusat Pengelolaan Risiko dan Peluang Iklim di Asia Tenggara dan Pasifik – CCROM SEAP IPB University
SETIAP kali banjir terjadi, pertanyaan yang hampir selalu muncul adalah: siapa yang harus disalahkan?
Pertanyaan itu terasa sederhana, tetapi jawabannya nyaris tak pernah sesederhana itu. Data iklim justru menunjukkan bahwa banjir adalah hasil dari rangkaian proses yang jauh lebih kompleks, lintas skala, dan saling berkelindan.
Dalam beberapa bulan terakhir 2025, kita menyaksikan dua peristiwa banjir besar yang mencolok: banjir di Bali pada September dan banjir di Sumatra, khususnya Aceh dan Sumatera Utara, pada akhir November. Jika dibaca sekilas, keduanya tampak sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.
Namun ketika didekati melalui kacamata iklim, pola besar justru terlihat jelas. Indonesia tidak hidup dalam sistem iklim tunggal. Cuaca dan iklim kita dipengaruhi oleh berbagai climate drivers yang bekerja secara simultan, mulai dari skala global hingga lokal. Di Samudra Pasifik, terdapat ENSO, El Nino dan La Nina, yan memodulasi curah hujan antar-tahun.
