IPOL.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mewanti-wanti adanya potensi praktik percaloan dalam penjualan tiket Planetarium Jakarta yang baru saja beroperasi kembali.
Untuk memutus celah permainan oknum, Pramono resmi mengubah kebijakan sistem penjualan tiket menjadi kombinasi daring dan luring.
“Saya sudah pesan, wanti-wanti, enggak boleh ada calo,” kata Pramono di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Senin (29/12).
Langkah tegas ini guna merespons keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan akses masuk. Saat ini, kuota tiket daring (online) dilaporkan selalu ludes terjual hanya dalam waktu kurang dari tiga menit setelah dibuka. Bahkan, antrean digital sudah penuh hingga 31 Desember 2025.
Guna mengakomodasi warga yang tidak kebagian tiket daring, terutama pengunjung jauh dari Depok, Bekasi, dan Tangerang, Pramono memutuskan untuk membagi kuota.
“Mereka minta untuk ticketing-nya tidak semuanya melalui online. Jadi kemarin saya sudah putuskan 50 persen secara langsung, 50 persen dengan online,” ujar dia.
