IPOL.ID – Bencana longsor dan banjir yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara mengakibatkan 213.000 rumah warga rusak berat.
Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025).
“Total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000,” beber Tito.
Dari 213.000 rumah kerusakan terparah terjadi di Aceh. Data terbaru 61.795 rumah di Aceh mengalami kerusakan berat akibat bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami melaporkan bahwa per hari ini khusus Aceh saja, rumah yang rusak berat tercatat 61.795 rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tito memaparkan bahwa tidak seluruh warga yang rumahnya rusak berat mengajukan permohonan untuk menempati hunian sementara (Huntara).
Dari total rumah rusak berat tersebut, hanya sebagian yang meminta difasilitasi tempat tinggal sementara oleh pemerintah.
“Dari 61.795 rumah tersebut, yang meminta hunian sementara, Bapak, itu tercatat ada 23.432 rumah,” bebernya

